Mungkin inilah yang namanya dilema cinta tak berujung, yang membuat hidup semakin tak menentu. Berawal dari perkenalan yang sederhana dan tak terlintas dibenak, perlahan timbul rasa dan gejolak yang berkecamuk dalam hati yang pada akhirnya aku mulai mendekat dan seakan berharap memperoleh sepercik perasaan yang sama seperti yang aku miliki. Namun itu semua diluar dari harapan besar yang aku harapkan. Sekarang aku tidak tahu berada di posisi yang mana, karna sebelum antara Aku dan Kamu, Dia telah lebih dulu mengenal Mu dan mencoba menjalin suatu hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan. Mungkin aku bisa dianggap sebagai penenggah yang membatasi jarak diantara kalian. Kini aku pun bimbang dan merasa berdosa apa yang harus ku lakukan. Sebagai manusia yang rapuh berhati nurani jelas aku tak layak memiliki Mu, disamping sisi kemanusian yang aku miliki aku tak ingin menghancurkan persahataban ku sendiri, namun sisi kemanusian yang lebih ego ”aku juga tak rela” rasa dan perasaan yang aku miliki harus aku korbankan walau aku tak sanggup melakukannya.
Mungkin itu lah gejolak yang ada dibathin saat ini, apabila ketidak mungkinan yang ku miliki harus memilih antara keduanya…? Aku pun lebih baik mundur dan merelakan semua itu berlalu membawa dan memendam semua hasrat yang dibathin. Aku tak peduli dan tak mau tahu sekalipun aku dianggap sebagai pengecut,bodoh dan tak mau memperjuangkan cintaku sendiri, tapi setidaknya itu dapat membuktikan rasa, perasaan dan sayangku kepada Mu. Aku akan mengorbankan semua yang kumiliki, Demi kebahagian Mu bersama dengan-Nya.
Kusadari akan sikap mu pada ku yang begitu salah kah aku di hadapan mu, tak pernah ku sangka begitu besar-y kekecewaan mu pada ku. Pernahkah seberkas harapan hinggap dihatimu, mencoba mengerti dan memahami mencerca kasih diatas perih dan merajut benang cinta dalam duka yang ada…???
Seandainya kamu tahu rasa ini yang tak berani menggungkapkannya, ku merasa bahagia walau dihatimu hanya yang lain. Sadar dalam waktu yang singkat akhir dari segala kisah ini akan berakhir dan kandas tanpa penyelesaian dengan Cinta tergantung diambang-ambang pintu penyesalan. Memang tak ada rasa sesal telah mengenal dan mencintai Mu namun pertemuan yang kusesalkan.
Sekarang dan waktu yang akan datang hidupMu akan lebih tenang tanpa kehadiran dan bayang-bayangku yang slalu membayangi Mu, mungkin kedatangan Ku ibarat hujan tiba-tiba membasahi bumi yang tak diinginkan oleh mereka. Aku pergi membawa semua rasa sesal yang ada dan jauh tanpa berharap sepercik sayang untuk kuperoleh karna itu mustahil. Namun ingatlah aku kan slalu ada disaat kamu dalam sedih dan penjaga mimpi indah-indah mu. walau aku bukan pilihan hatimu biarlah aku mendampingimu selamanya
biarkan aku menjadi bagian kecil di sudut hatimu, tanpa merasakan akan kehadiran ku. Karna rasa sesal yang ada tak bisa menyembunyikan betapa-Nya cinta Ku yang ada Hanya untuk mu seorang…..
Mungkin itu adalah bagian dari cerita kisah kita antara Aku Kamu dan Dia…. Trimakasih atas segalanya dan trimakasih atas warna kehidupan yang telah memberiku satu kesempatn mengenal mu dan membuat Hidup ku lebih berarti dari sebelumnya…
karna kamu adalah yang terbaik bagiku….
(“I WILL ALWAYS LOVE YOU”)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar